Hukum Snellius

Posted on

Hukum Snellius – Halo sobat kembali lagi penulis membagikan artikel terbaru. Kali ini Quora.co.id mengangkat artikel mengenai tentang Hukum Snellius yang membahas Pengertian Hukum Snellius, Contoh Soal Hukum Snellius, Contoh Bunyi Hukum Snellius serta Kesimpulan Hukum Snellius. Untuk lengkapnya sobat dapat simak artikel berikut ini.

Hukum Snellius

Pengertian Hukum Snellius

Pembiasan merupakan sebuah peristiwa dari pembengkokan atas cahaya dikarenakan dapat melintasi dua media yang mempunyai perbedaan serta dengan berbagai kepadatan optik yang berbeda. Kepadatan  optik sebuah benda yang mungkin ringan kemudian umumnya akan dikaitkan dengan berbagai nilai indeks dari bias, ketika tinggi nilai semakin meningkat dari indeks bias suatu benda, maka akan semakin padat juga benda itu.

Contoh Bunyi Hukum Snellius

Bias cahaya kemudian dipelajari oleh dua tokoh seorang Willebrod Snellius dan juga Willebrod van Roijen, mereka menghasilkan dpembelajran mereka dengan  menyebutkan sebuah pernyataan atas hukum Snellius sebagai berikut.

Sinar yang kemudian akan masuk, sinar refraksi serta garis normal yang kemudian terletak pada bidang yang datar.

Perbandingan atas proyeksi dengan adanya cahaya yang kemudian menghampiri berbagai  jari-jari atas pembiasan yang memiliki panjang yang sama serta di dalam ruang yang batasnya antara 2 zat yang kemungkinan cukup bening serta merupakan arti dari jumlah tetap. Rasio yang kemudian tetap disebut juga sebagai indeks bias dari antara ke dua zat.

Contoh Bunyi Hukum Snellius
Contoh Bunyi Hukum Snellius

Contoh Soal Hukum Snellius

Zat atau media optik yang memiliki nilai indeks bias yang kemudian lebih tinggi untuk dikatakan kemudian lebih padat, sedangkan jika dengan media yang memiliki nilai indeks bias yang cukup lebih kecil dikatakan bahwa untuk lebih lemah yaitu kurang padat. Ada tiga jenis kemungkinan yang berkemungkinan akan terjadi di dalam kasus refraksi, antara lain sebagai berikut.

Baca Juga :  Warehouse Adalah

Sinar yang kemudian datang dari zat optik kemudian kurang padat dan menuju ke dalam zat optik yang kemudian lebih dekat untuk dapat dibiaskan dekat pada bidang garis yang normal.

Sinar yang kemudian awalnya berasal dari sebuah bahan optik lebih dekat yang menuju ke zat optik kemudian kurang dibiaskan dengan sebuah garis yang normal.

Sinar yang kemudian cukup tegak lurus terhadap sebuah bidang perimeter akan mudah berlanjut tanpa dengan adanya pembiasan.

Contoh Soal Pertama

Dwi melakukan sebuah pengamatan kepada cahaya diatas  sepotong kaca di dalam nilai indeks pembiaasan 1.5 yang kemudian mengarah kepada sebagian di dalam air dengan kadar indeks pembiasan 1.33. Apabila sudut cahaya dengan besar ukuran 30 derajat, maka dapat berapa sudut dari pembiasan kepada air ?

Diskusi:

n1 = 1,5
n2 = 1,33
i = 30 derajat
r = …… ?

Jawaban:

1,5 x sin 300 = 1,33 x sin r
Sin r = (1,5/1,33) sin 300
sin r = (1,1278) (1/2)
sin r = 0,56

r = arc sin 0,56 = 340

Jadi dapat disimpulkan bahwa berkas dari cahaya ini mempunyai sudut dari pembiasan dengan mempunyai ukuran sebesar 34 derajat. Maka dapat disesuaikan , hukum Snellius kemudian berkas menjauhi jarak dari garis yang normal serta pada saat berkas bermula dari sektor medium kaca menuju ke arah medium air.

Contoh soal kedua

Pada sebuah percobaan untuk bisa menentukan nilai kecepatan dari cahaya di dalam air, Keke melewatkan sebuah sinar cahaya dalam air dengan tepat pada sebuah sudut 30 °. Maka, ketika Keke mencatat jika  dari sudut kemiringan telah terjadi di bagian air adalah 22 °. Jika kecepatan cahaya di udara dapat dihitung 3 × 108 m / s, maka tentukanlah berapa kecepatan cahaya yang kemudian ada di dalam air.

Baca Juga :  Agrikultur dan Non Agrikultur

Diskusi:

Pertanyaan: v

Jawaban:

Menggabungkan semua  persamaan n21 = sin i / sin r dengan bentuk bent persamaan yaitu n21 = c / v, maka kita kemudian akan mendapatkan persamaan berikut ini

Oleh karena itu, kecepatan cahaya dari dalam air (v) dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut berikut.

Selanjutnya, dari kecepatan cahaya di dalam air dapat disimpulkan jika  2,25 × 10’8 m / s.

Contoh Soal Ketiga

Dua target positif masing-masing memiliki fokus 3 cm serta 6 cm dengan jarak 20 cm. Sebuah objek kemudian ditempatkan pada 4 cm tepat  depan tujuan yang kesatu.

Dari hasil pembiasan cahaya yang terjadi awal pada lensa yang pertama, maka kemudian tentukan dengan cara berurutan:

Diskusi:

  • Posisi dari pada gambar yang dibentuk berdasarkan tujuan pertama.

Posisi dengan sebuah bayangan: 12 cm di belakang atas lensa pertama.

  • Posisi gambar yang telah dibentuk berdasarkan tujuan yang terbentuk atas tujuan pertama kini telah menjadi objek untuk dapat bertujuan kedua.

Posisi atas objek untuk lensa yang kedua ialah 20 cm dengan nilai minus 12 cm = 8 cm. Posisi bayangan karenanya sebagai berikut

s’ memberikan sebuah tanda positif, maka posisinya ialah 24 cm di belakang lensa kedua.

Kesimpulan Hukum Snellius

Hukum Snellius ini menyatakan bahwa :

  • Sinar yang datang, dengan sibar bias, serta garis normal yang terletak pada suatu bidang datar.
  • Jika kemudian sinar datang dengan medium yang kurang dinilai rapat menuju sebuah medium yang kemudian lebih rapat, sinar dibiaskan untuk mendekati garis yang normal.

Demikianlah artikel mengenai tentang Hukum Snellius, semoga bermanfaat dengan penulis berikan pembahasan soal semoga mudah untuk dipahami sebagai referensi belajar latihan soal. Sampai jumpa dilain kesempatan

 Baca Juga :